Mantappp! Suporter Klub Indonesia Masuk ke Dalam Suporter Terbaik Dunia. Siapa Dia?
Sebelum dibaca, silahkan klik IKUTI yang terdapat diatas, untuk info lebih Update setiap hari. Tidak dipungut biaya (GRATIS / FREE).
Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak digemari orang di Bumi ini. Bukan hanya itu saja, sepakbola menjadi hiburan tanpa pandang bulu dan SARA (Suku, Ras, Antar Golongan).
Awalnya sepakbola di Indonesia merupakan alat yang digunakan untuk pemersatu dan perjuangan bangsa untuk mengusir penjajah seperti yang diucapkan oleh penggagas berdirinya PSSI, Ir Soeratin, yang diucapkan juga oleh Tan Malaka yang merupakan salah satu tokoh Pejuang Indonesia.
“Kalau sepakbola kita bisa mengalahkan Belanda , kalah dilapangan politik pun kita bisa mengalahkan Belanda” kata Ir Soeratin.
“Sepakbola adalah alat Perjuangan Bangsa” Ucap Tan Malaka
Sepakbola di Indonesia kini menjadi salah satu hiburan dan industry. Sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat luar. Masyarakat Indonesia selalu menantikan setiap pertandingan agar dapat berbondong bondong ke stadion mendukung tim kesayangannya bertanding. Bukan hanya tim saja, bahkan jika Timnas Indonesia bertanding semua supporter bersatu untuk memberikan dukungannya kepada Timnas. Klub yang berlaga di Liga 1 Indonesia sendiri memiliki beberapa Supporter yang Fanatik.
Berikut 8 Suporter fanatik dari klub yang ada di Indonesia, salah satunya terbaik didunia, DISIMAK BAIK BAIK YA......
The Jackmania (Persija Jakarta)
Didirikan sejak 19 Desember 1997 oleh Diza Rasyid Ali yang merupakan manajer dari Persija waktu itu, mengeluarkan ide dan berkumpul dengan tokoh pendukung Persija seperti Ferry Indra Syarif dll. Dan kemudian mendapatkan ijin dari Gubernur DKI Jakarta kala itu, Sutiyoso yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Persija.
The Jackmania dipimpin oleh ketua umum yang dipih langsung oleh seluruh anggota The Jackmania setiap dua tahun sekali. Saat pertamakali didirikan artis Gugun Gondrong terpilih untung menjadi ketua umum Persija, dan seiring berjalannya waktu, nama nama seperti Ferry Indra Syarif, Muhammad Karico Ranggamone, sampai dengan Richard Ahmad pernah mencicipi sebagai ketua unum Persija.
Saat ini The Jackmania bermarkas dikawasan komplek GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan Jakarta, sebelumnya bermarkas di markas Persija Jakarta, Stadion Menteng, Jakarta Pusat. Kemudian pindah ke Stadion Lebak Bulus, sebelum kemudian bermarkas di Ragunan.
Dan The Jackmania bukan hanya untuk kaum adam saja, akan tetapi The Jackmania memiliki supporter kaum hawa yang diberi nama Jack Angel.
Tidak perlu dipertanyakan lagi kefanatikan dari The Jackmania untuk mendukung klub kesayangannya Persija bertanding, diterbukti dengan penuhnya stadion setiap kali persija bertanding.
Viking (Persib Bandung)
Didirikan sejak 17 Juli 1993 oleh (Alm) Ayi Beutik, Heru Joko, Dodi “Pesa” Rokhdian, Hendra Bule, dan Aris Primat. Nama Viking Sendiri diambil dari nama suku bangsa dikawasan Skandinavia di Eropa Utara yang memiliki sifat yang keras, gigih, berani, solid, patriotism, berjiwa penakluk, Pantang menyerah, serta senang berjelajah. Semangat dan Karakter itulah awal dari kenapa nama itu diambil untuk supporter fanatic Persib Bandung.
“Saat itu, ada almarhum Ayi Beutik, Heru Joko dll. Kami pertama kali sebagai supporter fanatik yang ikut persib main tandang pada tahun 1996. Ketika itu, Persib berhadapan dengan PSIM Yogyakarta, ” kata Yana Umar,
Bonek (Persebaya Surabaya)
Didirikan sejak tahun 1988, pengambilan nama Bonek sendiri diambil dari akronim bahasa Jawa, Bondo Nekat yang meiliki arti modal nekat.
Nama itu muncul ketika Suporter Persebaya berbondong bondong menyaksikan tim kesayangannya bermain di Jakarta. Saat ini Bonek dipimpin oleh Ketua Umum, Andi Peci dan mempunyai 50 ribu lebih basis pendukung diseluruh Indonesia . Selain fanatik, mereka juga kreatif hingga sampai kedunia bisnis.
Mereka memiliki toko resmi untuk menjual merchandise asli tim Bajul Ijo yang diberi nama Green Shop. Dan saat ini markas mereka terletak di Jalan Kaliwaron No. 104, Kota Surabaya.
Aremania (Arema FC)
Didirikan sejak tahun 1997, nama Aremania muncul pada saat dinilai memiliki persamaan dasar antara Arema dan Aremania membuat supporter mereka bersatu. Arema berdeda dengan yang lain. Mereka terbentuk karena mencintai klub kebanggaanya itu, dan mereka tidak memiliki ketua umum, dan memiliki lebih dari 50 ribu basis pendukung diseluruh Jawa Timur dan termasuk di beberapa kawasan di Indonesia .
Aremania memiliki markas di lingkungan yang berdekatan dengan Stadion Kanjuruhan, Malang. Dan hasil dari penjualan merchandise biayanya digunakan untuk administrasi klub.
Pasoepati (Persis Solo)
Didirikan sejak tahun 2000, kelahiran dari kelompok supporter ini tidak lepas dari klub Pelita Jaya yang bermarkas di Stadion Manahan, Solo.
Nama Pasoepati sendiri diambil dari akronim pasukan supporter Sejati Pelita yang pada saat itu Pelita Jaya pindah markas. Pasoepati mendukung klub Persijatim Solo FC, tidak lama kemudian Persijatim Solo FC pindah markas ke Palembang dan berubah menjadi Sriwijaya FC.
Kemudian Pasoepati mendukung Persis Solo yang berhasil promosi ke divisi utama Liga Indonesia, yang kemudian menjadi permanen mendukung klub Persis Solo yang skretariat mereka berada di stadion Manahan, Solo.
The Macz Man (PSM Makassar)
Didirikan sejak tahun 2000, terbentuknya The Macz Man tidak lepas dari kondisi lesu yang dialami PSM Makassar di Liga Indonesia pada saat itu. Tim Juku Eja kehilangan gairah bermain, saat melawan Arema dilanjutan Liga Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Malang akibat teriakan yel yel dari Aremania.
Maka dari itu, pemain PSM Makassar meminta kepada supporter agar berlatih dalam meneriakan yel yel agar PSM Makassar bisa semangat dalam bertanding. Mendengar permintaan tersebut tiga supporter Juku Eja yaitu, Amrullah Pase, Iriantosyah Kasim, Ocha Alim mengabulkan permintaan salah satu pemain PSM Makassar itu.
Mereka berlatih dengan dibantu oleh komando yang didatangkan langsung dari Pasoepati. Dan akhirnya terbentuklah The Macz Man merupakan singkatan dari Macazzart, yang memiliki arti menggambarkan laki laki asli Makassar. The Macz Man bermarkas di Jalan Laccukang Makassar. Yang dipimpin oleh ketua umum Ocha Alim.
LA Mania (Persela Lamongan)
Didirikan sejak tahun 2001 yang didirikan oleh kelompok fans yang memiliki julukan Laskar Joko Tingkir diantaranya Lamongan Fans Club (LFC), Alex Fans Club dan kelompok lainnya.
Kelompok supporter Persela bersatu usai promosi ke Divisi I Liga Indonesia. LA Mania selalu setia menemani Laskar Joko Tingkir bertanding hingga sampai promosi ke kasta tertinggi Indonesia pada tahun 2007. Dan kemudian LA Mania dinobatkan sebagai Suporter terbaik ISL Musim 2008-2009. LA Mania bermarkas di Jalan Lamongrejo No. 01 Lamongan dan hampir memiliki 86 koordinator diseluruh Indonesia .
Brigata Curva Sud (PSS Sleman)
Brigata Curva Sud adalah kelompok Ultras PSS Sleman. Brigata Curva Sud mengambil influence dari para Ultras terkenal didunia yang memprioritaskan identitas sendiri.
“Kita ,erupakan kolompok PSS yang paling muda. Awalnya, kita berkumpul dengan para supporter Ultras PSS ditanggal 05 Februari 2011 yang memiliki visi misi yang sama, maka terbentuklah Brigata Curva Sud, dan tanggal berkumpul diambil sebgai hari lahirnya Brigata Curva Sud,“ ujar Muhammad Zulkarnaen
“Hal yang diuresapi dari dulu sebagai identitas kami yakni, beli tiket, berdiri dan menyayikan lagu penyemangat (yel-yel),” ujar pria yang kerap dipanggil Fikar itu.
Dengan meiliki koreografi yang kreatif, sehingga Brigata Curva Sud masuk kedalam supporter terbaik dunia pada tahun 2016 versi media asing Copa90. Yang bersanding dengan supporter dunia seperti Legia Warszawa (Polandia), Dynamo Dresden (Jerman), Newell’s Old Boys (Argentina), CSKA Sofia (Bulgaria).
Brigata Curva Sud memiliki bisnis merchandise bernama CSS (Curva Sud Shop) yang keuntungannya untuk biaya administrasi PSS.
Sumber : indosport.com

0 Response to "Mantappp! Suporter Klub Indonesia Masuk ke Dalam Suporter Terbaik Dunia. Siapa Dia?"
Posting Komentar